Dengan segala ribut-ribut kuadriliun akhir-akhir ini, saya tahan bibir ini, saya tahan tangan, hati dan kepala ikut hanyut membela diri, membela teman, atau membela tempat saya mencari nafkah.
Saya hanya pegawai, yang mengharapkan gaji halal setiap bulan untuk mencukupi keperluan keluarga. Saya yang berharap bekerja di sini jadi berkah dan manfaat untuk negeri dan orang banyak. Saya sepenuhnya sadar, manusia tempatnya salah dan lupa. Saya tahu saat bergerak pasti ada saja salahnya, pasti ada saja kelewatnya. Saya yang fakir ilmu, fakir waktu, fakir pemahaman, dan fakir kebijaksanaan, berdoa semoga Allah ridha dan mengabulkan harapan saya untuk jadi muslim yang berguna untuk kemaslahatan umat.
Saya akan terus duduk disini, bekerja dengan sabar dan ikhlas, sambil mensyukuri besarnya rahmat Allah SWT. Semoga negeri ini terus merdeka, dan terus menjadi baik selangkah demi selangkah.